STUDI KASUS
ANALISA SISTEM BERJALAN
Posedur Sistem Berjalan
Oriflame Indonesia adalah perusahaan MLM yang bergerak di bidang distributor penjualan kecantikan (kosmetik,parfum,alat perlengkapang mandi dan perawatan kecantikan lainnya). Perusahaan ini menjual produk-produk kecantikan kepada para Consultant secara tunai. Consultant adalah badan usaha yang menjual produknya kepada downline secara perorangan. Pada prosedir sistem berjalan ini pada saat memesan barang diharuskan melampiri dokumen PO terlebih dahulu, dan PO paling lama satu minggu untuk di konfirmasi pada Consultant. Maka untuk lebih jelasnya prosedur dari sistem berjalan adalah sebagai berikut:
a. Prosedur Order Penjualan
Setiap Downline dapat memesan barang datang langsung atau melalui faximile dengan menyertakan dokumen PO yang diterima oleh Bagian Penjualan. Kemudian Bagian Penjualan berdasarkan PO, memeriksa pesanan barang dengan menggunakan kartu stock, apabila stock barang ada maka di nilai penjualan dihitung dan dicatat kedalam faktur penjualan dibuat rangkap 2 (dua) yang didistribusikan ke Kasir
b. Prosedur Pembayaran Tunai
Setelah downline mendapat konfirmasi tentang pesanan pembelian disetujui, maka downline melakukan transaksi pembayaran melalui transfer uang ke bank yang ditunjuk dengan bukti setoran. Berdasarkan bukti setoran, Kasir membuka arsip penjualan yang dicocokkan dengan bukti setoran. Apabila sesuai dengan nilai penjualan maka dibuatkan kwitansi lunas, dan merekap nilai Penjualan Harian. Distribusi dokumen-dokumen berdasarkan nilai transaksi penjualan sebagai berikut : untuk Kwitansi dan faktur penjualan di berikan kepada customer. Gudang mendapat tembusan pengeluaran barang dari kasir sesuai barang yang di pesan, dan Copy faktur diberikan ke Bagian Penjualan.
c. Prosedur Pennyiapan Barang kirim
Gudang Setelah menerima Tembusan pengeluaran barang, maka menyiapkan barang yang akan dikirim dengan mencatat barang keluar ke kartu gudang dan membuat dokumen surat keluar barang yang ditembuskan ke Bagian Penjualan.
d. Prosedur Pengiriman Barang
Bagian Penjualan berdasarkan Surat keluar barang, selanjutnya membuka arsip faktur penjualan untuk mencatat barang yang akan dikirim dan dicatat ke dokumen Surat Jalan untuk selanjutnya diserahkan ke Bagian Pengiriman yang bertugas mengirim barang ke downline.
e. Prosedur Pembuatan Laporan
Setiap akhir periode Bagian Penjualan membuat Laporan Penjualan Bulanan berdasarkan rekap penjualan harian dan faktur penjualan. Dan Laporan Stock Barang keluar berdasarkan Kartu Stock. Kedua laporan tersebut diberikan kepada Manajer Penjualan untuk proses evaluasi penjualan selama satu bulan.